Namamu memang tak ada dalam memori kecil di otakku.
Bahkan aku tak pernah tahu apa arti dari maya.
Dan sepertinya ku'tlah lupa dengan kata.
Apalah arti sebuah harapan?
Mungkin Kau marah dengan pertanyaanku.
Memang Engkau pejuang sejati.
Dua tahun lalu, disaat kurangkaikan syair untukmu.
Kulantuntan suara deru dalam laguku.
Dan Kaupun menyapaku dengan lembut.
Bisikkan itu masih ada.
Sayu di matamu masih menajamkan ingatanku.
Terdengar cerita tentangmu.
Separuh aku tak percaya.
Di manakah Kau tinggalkan asamu?
Di manakah kobaran api semangatmu yang telah kautularkan?
Akankah api itu juga akan padam bersama sirnanya harapan itu?
Apakah mimpi itu telah sirna?
Apakah asa itu telah habis tiada tersisa?
Separuh aku tidak percaya.
(Putra Jatijajar, 28 September 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar