Terjatuh lembut butiran pasir di wajahnya.
Aku bukan memaksanya untuk diam di tepian jalan itu.
Mentaripun mendukung lajunya waktu.
Berteman dengan awan.
Dia berjalan di lorong jalan.
Tapi bukan yang di tengah kota.
Hanya di gang sempit.
Merah dan putih, dan sore itu, semua jelas.
Indondonesia Raya, Berkumandang sebuah lagu kebangsaan.
Ini bukan soal 17 Agustus.
Bukan juga tentang warna.
Tapi ini tentang kita.
Wahai anak muda, dimana semangatmu
Dia berjalan di lorong jalan.
Tapi bukan yang di tengah kota.
Hanya di gang sempit.
Merah dan putih, dan sore itu, semua jelas.
Indondonesia Raya, Berkumandang sebuah lagu kebangsaan.
Ini bukan soal 17 Agustus.
Bukan juga tentang warna.
Tapi ini tentang kita.
Wahai anak muda, dimana semangatmu
13 Oktober 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar