Pages - Menu

Selasa, 02 Oktober 2012

Sendiri



Masih di sini aku bersama sepi
Diantara desir angin malam hari



Sendiri
Menanti matahari pagi menyapa hati
Lalu menanti senja menjinggakan nadi

Kadang aku tertawa
Hingga suaranya lindap dicecap udara
Kadang aku menangis
Hingga air mata mengering tersapu kabut tak bernama
Kadang aku berteriak
Hingga sunyi membungkam selaksa kata

Aku sendiri
Meraih satu persatu bintang,
Yang kutaruh diantara asa yang telah lebam
Agar kiranya,
Kesepian tak lantas membuat duniaku kelam





(Mutaminah, 3 Oktober 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar