Masih di sini aku bersama sepi
Diantara desir angin malam hari
Sendiri
Menanti matahari pagi menyapa hati
Lalu menanti senja menjinggakan nadi
Kadang aku tertawa
Hingga suaranya lindap dicecap udara
Kadang aku menangis
Hingga air mata mengering tersapu kabut tak bernama
Kadang aku berteriak
Hingga sunyi membungkam selaksa kata
Aku sendiri
Meraih satu persatu bintang,
Yang kutaruh diantara asa yang telah lebam
Agar kiranya,
Kesepian tak lantas membuat duniaku kelam
(Mutaminah, 3 Oktober 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar